Untuk menjawab kebutuhan gudang modern yang dapat berfungsi sebagai pusat kendali persediaan logistik sekaligus mendukung proses distribusi yang lebih cepat dan efisien, KAI Services kembali meresmikan Gudang Logistik di wilayah Regional 9 Jember pada Selasa (6/1).
Keberadaan Gudang Logistik Regional 9 Jember ini diharapkan menjadi bagian dari investasi strategis KAI Services dalam menjawab kebutuhan operasional perusahaan. Dengan memadukan kompetensi logistik dan kebutuhan layanan, fasilitas ini tidak hanya dirancang fungsional, tetapi juga memiliki nilai strategis untuk mendukung operasional perusahaan dalam jangka panjang.
Gudang Logistik Regional 9 Jember memiliki luas total 207 meter persegi dan dirancang untuk menjawab kebutuhan kapasitas serta fleksibilitas operasional. Gudang ini dilengkapi dengan 15 rak heavy duty dan 4 rak medium duty, serta mampu menampung barang dengan kapasitas lebih dari 100 ton. Seluruh produk perusahaan, mulai dari makanan dan minuman jadi hingga peralatan dan chemical kebersihan, dapat ditampung dan dikelola dengan lebih optimal di gudang ini.
Manager Corporate Communication KAI Services, Nyoman Suardhita, mengatakan bahwa gudang memiliki peran penting sebagai pusat kendali persediaan, penjamin kesinambungan suplai, serta instrumen strategis dalam pengendalian biaya dan peningkatan produktivitas.
“Gudang Logistik Regional 9 Jember akan kami kelola secara optimal untuk mendukung proses distribusi yang lebih cepat, akurat, dan terukur, sehingga mampu menunjang pengambilan keputusan berbasis data serta menjaga standar layanan yang konsisten di seluruh wilayah operasional Regional 9 Jember,” ujarnya.
Nyoman menambahkan, peresmian Gudang Logistik Jember ini bukanlah akhir dari sebuah proyek, melainkan awal dari penguatan peran KAI Services dalam mendukung layanan perkeretaapian secara menyeluruh.
“Ke depan, kami berharap gudang ini dapat menjadi salah satu pusat logistik yang andal, mendorong peningkatan efisiensi operasional, serta memperkuat standar layanan KAI Services di berbagai lini bisnis,” tutup Nyoman dalam keterangan resminya pada Rabu (7/1).
